أَهْلًا وَسَهْلًا في اتِّحَادِ مُدَرِّسِيْ اللُّغَةِ الْعَرَبِيَّةِ فَرْع كَمْبَار 

Menulis, Beban Atau Kebutuhan???

MENULIS, BEBAN ATAU KEBUTUHAN?
Oleh: Fatma Santri, S.Pd
Menulis adalah suatu kegiatan mengungkapkan gagasan, pikiran, pengalaman dan pengetahuan ke dalam bentuk catatan dengan menggunakan aksara,lambang atau symbol yang dibuat secara sistematis sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Menulis itu ibarat kita sedang berbicara, tapi bedanya menulis kita berbicara dengan tulisan. Otak berpikir dan tangan yang mengeksekusi. Menulis juga merupakan perkembangan kemampuan lebih lanjut dari keterampilan membaca. Jadi setiap penulis pasti pembaca.
Dalam bahasa arab keterampilan menulis merupakan keterampilan yang paling akhir yang di ajarkan kepada peserta didik setelah keterampilan mendengar (istima’), keterampilan berbicara ( kalam) dan keterampilan membaca (qiro’ah). Ini membuktikan bahwa menulis membutuhkan latihan-latihan yang serius.
Berbicara tentang menulis, seringkali ditemui banyak diantara kita kesulitan menuangkan idenya dalam bentuk tulisan. Banyak orang yang pandai berbicara, memberikan nasehat, memberikan ceramah tapi ketika berhadapan dengan kertas atau laptop mendadak semua ide yang ada hilang entah kemana. Berikut kesulitan  umum yang dirasakan ketika menulis adalah:
Susah menemukan ide
Seringkali ketika hati sudah bertekad untuk memulai sebuah tulisan, laptop sudah dihidupkan dan jari-jari sudah siap untuk mengetik, kita kehabisan ide, tak tahu apa yang mau ditulis, apalagi kalau lagi sibuk-sibuknya ditambah dengan lingkungan yang sangat hiruk pikuk maka akan sangat sulit untuk berkonsentrasi menemukan ide. Sebenarnya menulis bisa dimulai dari hal yang paling sederhana. Dari cerita kehidupan sehari-hari misalnya, atau tentang hobi dan lain-lain. Yang pasti menulis memerlukan niat, fokus dan target atau tema yang jelas yang ingin disampaikan kepada pembaca.

Kurang percaya diri
Dalam hal menulis yang paling sering dikhawatirkan oleh penulis adalah takut tulisannya jelek. Terlalu khawatir dengan pendapat orang, apakah tulisan saya diterima atau tidak. Sehingga penulis takut duluan untuk mempublikasikan tulisannya. Padahal intinya kita PD aja, jangan takut salah. Terus menulis terus membaca karena penulis profesional juga berawal dari amatiran.

Belum terbiasa menulis
Menulis memang gampang-gampang sulit. Di satu waktu kita memiliki banyak ide yang ingin dituangkan, di waktu yang lain satu ide pun tak mampir di pikiran kita. Untuk itu perlu adanya pembiasaan dan menajemen waktu yang baik. Kira-kira dalam satu hari kita ingin menulis berapa paragraf atau dalam sehari kita meluangkan berapa jam untuk menulis.
 Kita bisa memulai dengan menulis buku harian rutin setiap hari atau bisa juga dengan mengupdate tulisan yang bermanfaat di media sosial seperti facebook dan instagram. Atau jika punya blog bisa juga diisi dengan tulisan-tulisan ringan. Menjadi seorang penulis terkenal tentu harus dimulai dengan pembiasaan.


Minim kosa kata
Kalau untuk kesulitan yag satu ini tentu tak lepas dari kebiasaan membaca. Untuk tahu kosa kata yang baik dan benar, metafor yang beragam tentu kita harus rajin membaca. Seorang penulis harus tahu banyak hal. Dengan begitu, kita akan tahu gaya tulisan, ungkapan-ungkapan yang bagus untuk di gunakan saat menulis. Semakin banyak membaca semakin banyak kosa kata.

Bingung memulai
Ide sudah ada, niat sudah ada tapi bingung harus memulai tulisan darimana. Apa yang harus diungkapkan terlebih dahulu, gaya bahasa apa yang harus dipakai di paragraf pertama. Jika keadaan ini menghampiri maka semangat menulis yang awalnya menggebu-gebu akan hilang karena tidak tahu harus memulai darimana sehingga tulisan yang diharapkan jadi hanya akan menjadi wacana saja.


Belum ada Komentar untuk "Menulis, Beban Atau Kebutuhan???"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel